Bukan hal baru bagi gue dengan kata-kata invalid seperti ini "kok sendirian nontonnya?" "Ciyee sendirian aja, mana pacarnya nih?!" "Ih aneh banget sih lu jalan ke mall sendirian" and many strange terms of out dated people who 'why so exsist' these days. Hampir 3 bahkan 5 tahun terakhir ini gue lebih suka pergi sendirian, kemana-mana sendirian, ke mall, nonton, makan, beli ana beli ani semua gue lakuin sendiri, jalanin sendiri tanpa seorang teman. Well it sounds so whimsycal for some reasons, but for some reasons too I do this because I try to love my self the most before I can love and pamper somebody else, to experience myself with new things (new people sometimes). Kalo orang-orang khususnya orang-orang ajaib yang mikir diatas, jalan sendirian itu kayak aneh banget padahal biasa aja. Gue seru banget malah! Saat gue ke mall sendirian, gue bisa sesuka hati ke konter makan mana yang mau gue kunjungin tanpa harus bertanya apakah partner gue juga mau atau enggak, atau juga saat gue mau nonton, gue ga harus taruhan judul film mana yang harus ditonton (kecuali hari itu mau marathon nonton) dan yang paling gue suka adalah saat gue sengaja keluar mall dan jalan kaki sekitar halaman luar mall sambil nyari jajanan kampung yang menawarkan kelezatan yang tidak dimiliki makanan asing (at least it for me). Sepanjang jalan kaki, gue bertemu dengan orang-orang baru dengan pekerjaan mereka yang nyaris luput dari pandangan banyak orang, ada yang berprofesi sebagai tailor dengan mesin jahit yang diletakkan diatas sepeda tua berkaratnya dengan mimik muka yang lesu namun tetap berharap adanya rejeki dari sang pencipta, ada juga tukang sapu jalanan yang siap siaga menyapu saat dedaunan kering berjatuhan menutupi jalanan, memunguti sampah yang dibuang oleh monster-monster yang ga ada otaknya sama sekali, kemudian abang-abang ojek online yang parkir manis dipinggir bahu jalan, sambil memandangi layar handphone yang masih belum menunjukkan notifikasi mengantar customer berikutnya, sebagian lagi baru saja mengantarkan customer pas di jalanan dimana aku melihat mereka. Corak-corak ini memiliki arti yang besar dan menyentuh paling tidak untuk gue yang melihat langsung. Betapa makhluk tolol yang menulis tulisan ini tidak bersyukurnya sampai-sampai tidak mampu menyadari kalau kehidupannya masih lebih layak dari tiga profesi yang baru saja dilihatnya. Lalu kenapa masih mengeluh?? Mendramatisir tiap lekuk kesedihan yang membingkai fragmen hidup sementara untuk bahagia itu cukup tersenyum dan bersyukur? BAHAGIA DENGAN DIRI SENDIRI.
Gue sering ngehabisin waktu gue yang berharga dengan melakukan hal-hal yang tidak penting sama sekali, atau ga worth it. Padahal diluar sana ada jutaaan manusia dengan masalah yang lebih besar yang mereka hadapi daripada hanya sekadar memikirkan makan siang dimana hari ini, galauin mantan yang ga jelas atau mikirin siapa yang mau nemenin nonton/belanja di mall (yang satu ini obviously udah ga). What the yesterday?? Banyak hal-hal lain yang gue dapetin dengan gue jalan sendirian, gue jadi ngerti hidup ini bukan tentang mencintai dan berbagi ke orang lain sementara diri lu masih fakir dari cinta lu punya, tidak berarti hidup akan bertahan jika paling tidak berdua, atau gue ga akan survive jika sendirian sementara mati nanti pasti sendirian. Lalu kenapa masih merasa aneh dengan sendirian? Atau bahkan menjadi sendiri?? Gue akuin dulu gue ngerasa aneh dengan gue jalan sendirian, apalagi saat gue mau nonton film yang temanya agak romantis meanwhile orang-orang sekeliling gue nonton sama pasangannya, but why I get trapped in absurd rules to watch movie? Makan sendirian ke restoran yang lagi hits dan ramai banget sendirian sementara manusia-manusia lain kumpul bareng keluarga atau temen.
Artikel ini penuh dengan tanda tanya, iya otak gue penuh dengan tanda tanya dengan orang-orang yang memikirkan keanehan jalan sendirian, atau otak gue emang terlalu lemah memikirkan jawaban- jawaban yang emang ga harus dijawab itu. Gue ga pengen terpenjara dengan konsep abstrak orang-orang Indo yang mikir jalan sendirian itu aneh, ga banget, ansos banget, begitu juga kalian. come on dude, kalo kebetulan temen lu lagi ga bisa jalan bareng lu hari itu sementara lu pengen banget jalan hari itu, lakuin biarpun sendirian. Ngapain capek-capek nunggu atau maksain temen lu buat nemenin lu, atau mungkin pacar lu lagi sibuk skripsi atau sibuk dengan sekolahnya jadi ga bisa ngajakin lu makan siang diluar yaudah lu makan sendirian cari tempat makan yang lu mau tanpa ada batasan lu mau pergi sejauh mana, makan apa, dan seberapa banyak, toh yang ngunyah kan pake mulut lu juga bukan mulut pacar lu. Merdekakanlah dirimu sendiri dengan menjadi 'bebas' (ga bergantung pada orang lain), pelajari banyak hal baru dari diri lu sendiri yang bahkan lu ga tau sebelumnya atau lu ga kenal sisi lain dari diri lu sebelumnya dan yang ga kalah penting cintailah diri lu love your self the most before the others, gimana orang lain mau cinta sama lu kalo lu sendiri aja ga cinta dengan diri lu. Ya kan?



Tidak ada komentar:
Posting Komentar