Minggu, 15 Juni 2014

AGNES MONICA / AGNEZMO ( Star that a boy used to idolize and Star that a boy abandons )

“Orang ini enerjik sekali ya!” Suara itu sesekali memuji seorang yang dilihatnya di TV sedang asyik bernyanyi dan menari. Bertahun kemudian “wah rambutnya dicat Pink !” puji orang tersebut yang asyik menonton acara HUT salah satu stasiun tv swasta Indonesia melalui Tv sambil sesekali tangannya asyik menyuapi cemilan-cemilan kecil masuk ke mulutnya. Rasa kagum terlihat sekali, beberapa hari berikutnya setelah mengumpulkan cukup uang, ia pun membeli kaset dari penyanyi tersebut. Konon kaset yang baru ia beli merupakan album paling anyar dari penyanyi yang saat itu jadi trade setter karena aksi panggung dan prestasi yang ia raih. Agnes Monica. Melalui album terbarunya Whaduup A mampu membuat seorang anak kecil yang masih duduk di bangku SMP itu terkagum-kagum (jangan bayangkan ia terkagum layaknya anak alay jaman sekarang ketika melihat, menjamah bahkan meraba para anggota JKT 48 ya. Dulu kagumnya ga senorak itu kok). Agnes monica benar-benar mampu menjadi sosok penyanyi yang selalu ditunggunya. Entah itu di tabloid ataupun di Tv. Selang 1 dekade kemudian rasa kagum itu tidak lagi sebesar dan semegah dulu. Wajah dan suara yang selalu ia tunggu-tunggu hadir di Tv kini berkurang seiring perkembangan (mungkin lebih tepatnya penurunan kualitas dan selera) Agnes monica yang makin ke Barat-baratan. Sosok dulu yang masih khas dengan orientalnya kini berubah menjadi sesuatu yang (maaf) absurd. Kulit yang tadi putih benderang kini disulap menjadi cokelat ke ‘ayam bakar tanpa kecap’.
Penampilan dulu (sebenarnya udah absurd juga sih kalau diingat-ingat) menuai decak kagum kini menjadi cemoohan apalagi dunia maya. Suara yang dulu menjadi andalannya, kini berubah. Tidak hanya suara bahkan buah dada dan paha pun menjadi aset yang sayang jika tidak ditampilkan. Ia tau betul idolanya memang sejak dulu memimpikan punya karir Internasional, sayangnya tak terlintas di benaknya sosok itu mau mendandani dirinya menjadi diri orang lain demi karir Internasional yang sampai sekarang entah dimana rimbanya. Anak SMP itu kini telah tumbuh dewasa, pemikirannya pun telah berkembang, sosok yang dulu di idolakannya kini malah mulai di tinggalkannya. Tak ada rasa kagum, haru ataupun senang melihat sosok Agnes di Tv. Hanya rasa Iba yang terlintas karena ketidak percayaan Agnes pada diri sendiri. Bahkan sampai harus merubah nama menjadi Agnezmo segala. Album-album dulu yang ia koleksipun kini dibiarkan terbengkalai dan bersawang. Mungkin hanya dua hal yang bisa ia contoh dari sosok idolanya dulu tersebut, kerja keras dan menghargai proses dalam mencapai sesuatu. Jika ada hal lain yang patut dibanggakan dari Agnes monica yang sekarang, maka ia biarkan hal itu menjadi bahan kekaguman anak-anak jaman sekarang saja. Ia masih punya sosok lain yang bisa menghibur bahkan menginspirasinya. Ia bangga pernah menjadi bagian dari pengagum Agnes monica jaman dulu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar