Makan itu
kegiatan yang menyenangkan ya ? iya ! ( yang jawab iya pasti anak pinter.
weeek! ). Mulai dari makanan manis, asin, asam, sampe makanan dengan rasa bubur
bayi pun dibilang enak. kegiatan makan pun sudah bukan sesuatu yang dapat
dikontrol lagi, idealnya makan kan tiga kali sehari (Pagi,Siang,Malam) namun
beberapa orang yang memiliki kebiasaan makan ini bisa makan lebih dari 3 kali
bahkan jumlahnya bisa sama dengan jumlah tangisan anak bayi yang kehabisan
susu. Nah lho ga keitung dong?!. Saya pernah mengalami hal itu, kebiasaan
berkumpul bersama teman-teman saya yang juga punya hobi yang sama yaitu makan.
Rutinitas makan-memakan makanan ini semacam ritual wajib yang dilakukan saat
kumpul-kumpul, bahkan berbulan-bulan kemudian ritual kumpul sambil makan-makan
ini lebih mirip seperti ritual kumpul kebo, hehehe kebo disini maksudnya badan
saya dan teman-teman saya yang sudah menyerupai anak kebo atau mungkin mbah
kebo. ( Garing ya ? biarin weeks). Mungkin orang-orang atau mungkin anda
sendiri berpikir ‘kami juga biasa kok kumpul sama temen dan makan-makan’ , tapi
bedanya dengan kami, kegiatan kumpul-kumpul ini diisi sekitar 60% makan dan 10%
mainin gadget 25% ngobrol dan 5% godain anak cewek yang kebetulan seliweran di
depan meja kami.
Tanpa terasa
waktu terus berjalan seperti halnya timbangan berat badanku. Sebelumnya hal ini
tidak terasa sama sekali, tapi karena banyaknya teman saya yang bermulut
nyinyir menyindir ukuran badan saya. Saya pun akhirnya berniat untuk melakukan
diet, hah! suatu hal yang tabu saya lakukan namun mau tak mau. Awalnya berat
juga sih, ada yang nyaranin biar cepet susut tu si mbah kisut alias lemak saya
ga boleh makan nasi selama sebulan. What
a jerk! masa iya saya tidak
bertemu dengan sahabat saya selama kurun waktu satu bulan, makan pasti seperti
saat-saat ejakulasi tapi tidak sampai puncaknya. Nah lho! Puncak asmara maksud loe?. Setelah saya bolak
balik searching di mbah google ternyata ada bahan lain yang
berperan sebagai sumber karbohidrat dan energi utama untuk tubuh misalnya
Gandum. Meski rasanya jauh dari kata enak namun (apa boleh buat) saya harus
tetap mengkonsumsinya. Awalnya mengkonsumsi roti gandum saya mikir para
atlet-atlet yang bertubuh kekar itu kok bisa kuat ya makan beras merah, dan
roti gandum sebagai sumber karbohidrat mereka. but yes No pain No gain, roti
gandum ini memiliki tingkat kalori yang jauh lebih rendah dari nasi putih,
selain itu roti gandum juga kaya akan vitamin B1, B2, B6 Dan B12, Roti gandum
juga kaya akan serat yang fungsinya mengatur
sistem pencernaan dan membantu membersihkan usus. Selain itu, roti gandum juga
memiliki efek lebih ringan pada tingkat gula darah sehingga aman untuk diabetesi.
Hal ini dikarenakan tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa diserap dalam
aliran darah. Sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi roti
gandum memiliki kesempatan yang jauh lebih rendah terkena serangan jantung
karena dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Nah setelah tahu
beberapa manfaat mengkonsumsi roti gandum tersebut rasa kampret yang ada pada
roti ini pun lenyap dan sekarang meski berat badan saya belum susut terlalu
banyak paling tidak manfaat dan self security pada kesehatan badan pun terasa.
Tapi teteuup ya konsumsi roti gandumnya jangan
banyak-banyak, karena roti gandum itu kan sumber karbohidrat yang pasti sangat
cepat menaikkan timbangan badan. Selamat mencoba!
Makan itu
kegiatan yang menyenangkan ya ? iya ! ( yang jawab iya pasti anak pinter.
weeek! ). Mulai dari makanan manis, asin, asam, sampe makanan dengan rasa bubur
bayi pun dibilang enak. kegiatan makan pun sudah bukan sesuatu yang dapat
dikontrol lagi, idealnya makan kan tiga kali sehari (Pagi,Siang,Malam) namun
beberapa orang yang memiliki kebiasaan makan ini bisa makan lebih dari 3 kali
bahkan jumlahnya bisa sama dengan jumlah tangisan anak bayi yang kehabisan
susu. Nah lho ga keitung dong?!. Saya pernah mengalami hal itu, kebiasaan
berkumpul bersama teman-teman saya yang juga punya hobi yang sama yaitu makan.
Rutinitas makan-memakan makanan ini semacam ritual wajib yang dilakukan saat
kumpul-kumpul, bahkan berbulan-bulan kemudian ritual kumpul sambil makan-makan
ini lebih mirip seperti ritual kumpul kebo, hehehe kebo disini maksudnya badan
saya dan teman-teman saya yang sudah menyerupai anak kebo atau mungkin mbah
kebo. ( Garing ya ? biarin weeks). Mungkin orang-orang atau mungkin anda
sendiri berpikir ‘kami juga biasa kok kumpul sama temen dan makan-makan’ , tapi
bedanya dengan kami, kegiatan kumpul-kumpul ini diisi sekitar 60% makan dan 10%
mainin gadget 25% ngobrol dan 5% godain anak cewek yang kebetulan seliweran di
depan meja kami.
Tanpa terasa
waktu terus berjalan seperti halnya timbangan berat badanku. Sebelumnya hal ini
tidak terasa sama sekali, tapi karena banyaknya teman saya yang bermulut
nyinyir menyindir ukuran badan saya. Saya pun akhirnya berniat untuk melakukan
diet, hah! suatu hal yang tabu saya lakukan namun mau tak mau. Awalnya berat
juga sih, ada yang nyaranin biar cepet susut tu si mbah kisut alias lemak saya
ga boleh makan nasi selama sebulan. What
a jerk! masa iya saya tidak
bertemu dengan sahabat saya selama kurun waktu satu bulan, makan pasti seperti
saat-saat ejakulasi tapi tidak sampai puncaknya. Nah lho! Puncak asmara maksud loe?. Setelah saya bolak
balik searching di mbah google ternyata ada bahan lain yang
berperan sebagai sumber karbohidrat dan energi utama untuk tubuh misalnya
Gandum. Meski rasanya jauh dari kata enak namun (apa boleh buat) saya harus
tetap mengkonsumsinya. Awalnya mengkonsumsi roti gandum saya mikir para
atlet-atlet yang bertubuh kekar itu kok bisa kuat ya makan beras merah, dan
roti gandum sebagai sumber karbohidrat mereka. but yes No pain No gain, roti
gandum ini memiliki tingkat kalori yang jauh lebih rendah dari nasi putih,
selain itu roti gandum juga kaya akan vitamin B1, B2, B6 Dan B12, Roti gandum
juga kaya akan serat yang fungsinya mengatur
sistem pencernaan dan membantu membersihkan usus. Selain itu, roti gandum juga
memiliki efek lebih ringan pada tingkat gula darah sehingga aman untuk diabetesi.
Hal ini dikarenakan tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa diserap dalam
aliran darah. Sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi roti
gandum memiliki kesempatan yang jauh lebih rendah terkena serangan jantung
karena dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Nah setelah tahu
beberapa manfaat mengkonsumsi roti gandum tersebut rasa kampret yang ada pada
roti ini pun lenyap dan sekarang meski berat badan saya belum susut terlalu
banyak paling tidak manfaat dan self security pada kesehatan badan pun terasa.
Tapi teteuup ya konsumsi roti gandumnya jangan
banyak-banyak, karena roti gandum itu kan sumber karbohidrat yang pasti sangat
cepat menaikkan timbangan badan. Selamat mencoba!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar