Rabu, 04 Juni 2014

Ritual baru dengan si Gandum

Makan itu kegiatan yang menyenangkan ya ? iya ! ( yang jawab iya pasti anak pinter. weeek! ). Mulai dari makanan manis, asin, asam, sampe makanan dengan rasa bubur bayi pun dibilang enak. kegiatan makan pun sudah bukan sesuatu yang dapat dikontrol lagi, idealnya makan kan tiga kali sehari (Pagi,Siang,Malam) namun beberapa orang yang memiliki kebiasaan makan ini bisa makan lebih dari 3 kali bahkan jumlahnya bisa sama dengan jumlah tangisan anak bayi yang kehabisan susu. Nah lho ga keitung dong?!. Saya pernah mengalami hal itu, kebiasaan berkumpul bersama teman-teman saya yang juga punya hobi yang sama yaitu makan. Rutinitas makan-memakan makanan ini semacam ritual wajib yang dilakukan saat kumpul-kumpul, bahkan berbulan-bulan kemudian ritual kumpul sambil makan-makan ini lebih mirip seperti ritual kumpul kebo, hehehe kebo disini maksudnya badan saya dan teman-teman saya yang sudah menyerupai anak kebo atau mungkin mbah kebo. ( Garing ya ? biarin weeks). Mungkin orang-orang atau mungkin anda sendiri berpikir ‘kami juga biasa kok kumpul sama temen dan makan-makan’ , tapi bedanya dengan kami, kegiatan kumpul-kumpul ini diisi sekitar 60% makan dan 10% mainin gadget 25% ngobrol dan 5% godain anak cewek yang kebetulan seliweran di depan meja kami.
Tanpa terasa waktu terus berjalan seperti halnya timbangan berat badanku. Sebelumnya hal ini tidak terasa sama sekali, tapi karena banyaknya teman saya yang bermulut nyinyir menyindir ukuran badan saya. Saya pun akhirnya berniat untuk melakukan diet, hah! suatu hal yang tabu saya lakukan namun mau tak mau. Awalnya berat juga sih, ada yang nyaranin biar cepet susut tu si mbah kisut alias lemak saya ga boleh makan nasi selama sebulan. What a jerk! masa iya saya tidak bertemu dengan sahabat saya selama kurun waktu satu bulan, makan pasti seperti saat-saat ejakulasi tapi tidak sampai puncaknya. Nah lho! Puncak asmara maksud loe?. Setelah saya bolak balik searching di mbah google ternyata ada bahan lain yang berperan sebagai sumber karbohidrat dan energi utama untuk tubuh misalnya Gandum. Meski rasanya jauh dari kata enak namun (apa boleh buat) saya harus tetap mengkonsumsinya. Awalnya mengkonsumsi roti gandum saya mikir para atlet-atlet yang bertubuh kekar itu kok bisa kuat ya makan beras merah, dan roti gandum sebagai sumber karbohidrat mereka. but yes No pain No gain, roti gandum ini memiliki tingkat kalori yang jauh lebih rendah dari nasi putih, selain itu roti gandum juga kaya akan vitamin B1, B2, B6 Dan B12, Roti gandum juga kaya akan serat yang fungsinya mengatur sistem pencernaan dan membantu membersihkan usus. Selain itu, roti gandum juga memiliki efek lebih ringan pada tingkat gula darah sehingga aman untuk diabetesi. Hal ini dikarenakan tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa diserap dalam aliran darah. Sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi roti gandum memiliki kesempatan yang jauh lebih rendah terkena serangan jantung karena dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Nah setelah tahu beberapa manfaat mengkonsumsi roti gandum tersebut rasa kampret yang ada pada roti ini pun lenyap dan sekarang meski berat badan saya belum susut terlalu banyak paling tidak manfaat dan self security pada kesehatan badan pun terasa. Tapi teteuup ya konsumsi roti gandumnya jangan banyak-banyak, karena roti gandum itu kan sumber karbohidrat yang pasti sangat cepat menaikkan timbangan badan. Selamat mencoba!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar